Now Playing Tracks

fathizaki:

adirul85:

Nikah Bukan Suka-suka

Semasa belum matang, nafsu ingin bernikah terkadang membutakan akal fikiran. Berkecamuk fikiran rasa tidak mampu menahan mabuk kepayang. Menyangka bernikah hanya demi menyurutkan hawa nafsu dan suka-suka ibarat main pondok-pondok. Serta menyangka mudah seperti novel cinta.

Semasa sudah matang, nafsu ingin bernikah mencelikkan fikiran waras. Sedar pernikahan bukan sekadar mencari pendamping diri. Matlamatnya menuruti sunnah Rasul, soal tanggungjawab dan berkongsi susah senang bersama. Namun, sunnah bernikah bukan boleh main terjah begitu saja. Perlukan perancangan teliti serta menelaah kemampuan diri dari segi nafkah zahir dan batin dalam membahagiakan pasangan.

Jika berasa tidak mampu, baik lupakan saja. Kerana pernikahan bukan untuk bersama hanya sehari dua. Tetapi, demi mengemudi bahtera kasih sampai syurga.

Apa pun, terkadang kematangan itu tidak boleh diukur dengan umur. Kematangan bercambah bergantung pada pengalaman hidup dan perkembangan minda serta tahap rasional seseorang.

~ Pesan buat diri - Adli Abdullah

#jodoh #nikah #cinta

mitsaqon gholidho.. perjanjian yang berat kawan..

Oneng… Tulus

Jadi ceritanya Si megamon seneng dengerin lagunya tulus….

Saya ga tau tulus itu apa? Dia bilang coba aja donwload ini linknya…

Kenapa emangnya? Ya udah dengerin aja….

Tiba2 dengerin lagunya tulus - jangan cintai aku apa adanya….

Hmmm…. Dia bilang jangan cintai aku apa adanya, tuntut aku… Biar kita jalan kedepan

Saya hanya diam dan merenung…

Dia cuma bilang kamu terlalu baik sama aku, kamu ga pernah nuntut apa2, kalau aku salah kamu diem aja, cuma bilang ya udah ga apa2, maafin saya juga

Kadang aneh juga rasanya kayak kmu ga peduli, tapi itulah kamu

Makasih ya hilman….

Saya pun hanya terdiam

Hidup saya sekarang nampaknya telah berubah ya… Karena dipikirannya kerja, make money, save money, “skripsi” ga apa2 toh kalau kita mau melakukan apa yang orang tidak ingin lakukan sekarang pada suatu saat nanti saya bisa melakukan apa2 orang yang tidak bisa lakukan

Menikah bukan untuk semata untuk mengisi kekosongan hati, karena menyerah pada umur, atau karena kegamangan hendak punya anak. Tapi, menikah hendaknya didasari itikad memberi, melengkapi, dan menguatkan kedua belah pihak (mutualisme) dalam rangka memperkuat kuda-kuda cita-cita, melipatgandakan kebaikan, dan mengekalkan ibadah lewat keturunan.
Bujangga (via beningtirta)

Agree

We make Tumblr themes